Infosatu.co
      Artikel ini telah dilihat : 336 kali.
DPRD KALTIM

Ada Polder, Pembangunan RSUD Korpri di Sempaja Aman

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry saat diwawancarai oleh awak media. (foto: Lydia)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry membeberkan jika dirinya menerima keluhan masyarakat karena adanya pembangunan RSUD Korpri di Sempaja.

Pembangunan ini dikhawatirkan memperparah banjir di kawasan Sempaja. Oleh sebab itu, Komisi III segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mempertanyakan progres pembangunan dan antisipasi penanganan banjir di kawasan tersebut

“Jika selama ini Komisi III DPRD Kaltim melakukan kunjungan setelah program pembangunan selesai sebagai bentuk pengawasan. Maka kali ini, Komisi III melakukan kunjungan saat prosesi awal pematangan lahan untuk menanyakan beberapa hal terkait pembangunan RSUD Korpri di Sempaja,” ungkapnya, Selasa (14/9/2021).

Owi sapaan akrab Sarkowi V Zahry menyatakan bahwa Komisi III meminta pada pihak yang terlibat agar pembangunan RSUD Korpri ini tetap memperhatikan antisipasi terhadap banjir.

“Makanya kami sengaja meninjau di awal karena ini kawasan rawan banjir, tadi kita lihat sendiri kan gambarnya. Secara struktur sudah diatur, mereka mengukur volume air kemudian sudah ada mitigasi, jadi tidak akan menyebabkan banjir semakin besar,” jelasnya.

Sistem pengendalian banjirnya kata Owi, akan ada struktur khusus semacam polder yang akan menampung air di bawah. Sehingga air masih bisa mengalir dan dapat digunakan.

“Nanti di bawah itu ada struktur khusus yang dapat menampung air,” tegasnya.

Disinggung terkait alasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) memilih lahan di kawasan banjir untuk pembangunan RSUD Korpri, Kepala Dinas PUPR melalui Kabid Cipta Karya Rahmad Hidayat mengatakan karena ini merupakan lahan Pemprov Kaltim.

“Kalau masalah banjir, nantinya tidak ada penutupan permukaan tanah dengan beton. Kalau umumnya menggunakan paving block, pembangunan ini kita pakai grass block jadi penyerapan air lebih bagus,” terangnya.

Di bawah bangunan itu kata Rahmad, tidak akan ditutup dengan beton. Justru akan ada box penampung air hujan dan pihaknya sudah menghitung luasannya.

“Kalau hujan deras 6 jam, airnya itu kira-kira 700 meter kubik. Sedangkan daya tampung bak kita itu 1.700 meter kubik, jadi kalau air mengalir bisa kita tampung di bawah bangunan,” paparnya.

Nantinya, bak penampung air hujan tersebut dapat digunakan untuk menyiram tanaman dan sebagainya. Rahmad yakin jika pembangunan RSUD Korpri di Sempaja tidak akan memperparah banjir di kawasan tersebut.

“Kalau tidak musim hujan, air yang ditampung itu bisa kita pakai untuk siram tanaman dan lainnya. Insyaallah tidak akan memperparah banjir malah membantu, jadi semacam ada folder di bawah bangunan,” bebernya. (editor: irfan)

Related posts

Komisi III Tandai RSUD Korpri, Pesimis Bisa Finish 100 Persen Akhir Tahun

Lydia Apriliani

Data Serapan Anggaran Rendah, Kepala BPKAD Harus Diganti

Lydia Apriliani

Soal Pergantian Ketua DPRD Kaltim, Makmur : Insyaallah Saya Loyal

Lydia Apriliani