Artikel ini telah dilihat : 165 kali.

Dalam Bentuk Apapun, Saparudin : Tidak  Dibenarkan Sekolah Jualan LKS

  • Whatsapp

Penulis: Lydia – Editor: Achmad

Bontang, infosatu.co – Walaupun ada larangan penjualan Lembar kerja Siswa (LKS) oleh Menteri Pendidikan. Namun, masih ada beberapa sekolah di Bontang, yang tidak peduli dengan larangan tersebut.

Dikonfirmasi terkait sekolah atau pun distributor yang masih menjual LKS, di lingkungan sekolah. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Saparudin menjelaskan bahwa Disdik sudah memberi himbauan, untuk tidak menjual LKS lagi di Sekolah.

“Cuma memang, penerbit itu biasanya menitipkan di koperasi. Kita tidak bisa mendeteksi, karena mereka mainnya di koperasi,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Saparudin via Telpon, Kamis (14/2/2020).

Pada prinsipnya, Dinas Pendidikan, tidak menyetujui penjualan LKS dalam bentuk alasan apapun.

“Sebenarnya tidak boleh, apalagi jika memaksa. Tidak ada keharusan menjual LKS,” jelasnya.

Untuk langkah selanjutnya, apabila masih ada yang menjual LKS di lingkungan sekolah, Disdik akan menegur kepala sekolah yang bersangkutan.

“Kita tegur dulu kepala sekolahnya, dan tim kita akan turun ke lapangan untuk menindaklanjuti,” tegasnya.

Dirinya juga menegaskan, akan langsung turun ke lapangan, terkait sekolah di Bontang yang masih menjual buku LKS.

Dilansir dari netpitu.com, Larangan penjualan buku paket/LKS di lingkungan sekolah itu didasarkan pada UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Dengan dua payung aturan itu, Menteri Pendidikan Nasional (pada saat itu) telah menerbitkan Peraturan Mendiknas No 2/2008 tentang Buku.

Pasal 11 Peraturan Mendiknas No 2/2008 melarang sekolah bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik.

Baca Juga :  Gunakan Pola Sensus, KPU Akan Verifikasi Data Dukungan ke Setiap Orang

Ditegaskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah, dan biasanya bekerja sama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar.

Related posts

Leave a Reply