Artikel ini telah dilihat : 167 kali.

Dapat Keluhan Irigasi, Tyo : Akan Tangani Dengan Serius

  • Whatsapp

Penulis: Aunillah – Editor: Redaksi

Samarinda, infosatu.co – Melakukan reses serap aspirasi masyarakat di Jalan Usaha Tani, Kelurahan Lempake, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Komisi II, Nindya Listiyono, SE, mendapat keluhan dari masyarakat untuk dibangunkan irigasi yang rusak, Kamis (13/2/2020).

Anggota dari fraksi Golkar tersebut menyebutkan akan berusaha membantu dengan menyampaikan kepada dinas terkait.

“Disebutkan bahwa sudah banyak yang rusak. Tentu kita akan komunikasikan ini, dan akan menginventarisasi titik-titik yang mana dan termasuk pintu air yang rusak,” ucapnya.

“Selanjutnya kami akan bicarakan kepada Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memberikan bantuan segera,” tambahnya.

Ia juga menegaskan akan bekerja serius dalam menangani permasalahan masyarakat setempat, yang kebanyakan penghasilannya sebagai petani dan peternak.

“Saya akan benar-benar perhatikan ini. Saya tidak akan banyak cincong dan banyak janji, apa yang saya bisa perbuat, insyaallah saya akan lakukan,” tegasnya.

Ketua Komisi Irigasi (Komir) Kota Samarinda, Yusuf Pata’dung menuturkan bahwa irigasi dari daerah Jalan Girirejo, Belimau, dan Muang sudah 6 tahun saluran primer tersebut tidak berfungsi, sehingga harus menggunakan alkon.

“Kami sudah menyampaikan ke Dinas PUPR Kota Samarinda maupun Provinsi, tetapi sampai saat ini belum ada realisasinya. Kemarin UPTD, janjinya 2020 ini,” terangnya.

Ia mengatakan kalau irigasi tidak berfungsi, berdampak kepada lahan tersebut bisa alih fungsi. Pertama lahan menjadi kering, tidak berfungsi menjadi lahan sawah, kedua, untuk alat pompa air modalnya besar, jadi tiap musim untuk satu orang petani harus siapkan biaya sendiri sebesar 1 juta, dampak lainnya produksi menurun.

Baca Juga :  Masalah Isu Pertambangan dan Kehutanan, Kajati Kaltim Bergerak Cepat

Ia berharap pemerintah mau memberikan bantuan lebih agar pencapaian produksi bisa terpenuhi.

“Terakhir hanya 3,5 ton. Kami ingin peningkatan produksi bisa terpenuhi nantinya tanpa harus memikirkan kendala lagi,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply