Infosatu.co
      Artikel ini telah dilihat : 331 kali.
PEMERINTAHAN SAMARINDA

Gubernur Isran Perhatikan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 dari Santunan Hingga Beasiswa

Isran Noor, Gubernur Kaltim saat ditemui awak media di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/8/2021). (foto: Lydia)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Gubernur Kaltim Isran Noor sedang menyiapkan payung hukum untuk memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

“Hari ini kita merumuskan bentuk dan sedang menyiapkan payung hukumnya. Kita akan berikan santunan khusus untuk anak-anak yatim atau piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19,” katanya di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada.

Saat ini, Isran sedang mengajukan estimasi sebesar 150 hingga 500 anak yang akan mendapatkan dana santunan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

“Diperkirakan ada sekitar 150 hingga 500 anak. Kita ajukan angka segitu namun semoga tidak sampai sebanyak itu realisasinya,” harapnya saat ditemui infosatu.co, Kamis (19/8/2021).

Perhatian yang diberikan pemerintah dalam jangka waktu pendek ini berupa santunan sebesar Rp 2 juta per anak.

Sedangkan untuk jangka menengahnya, anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 ini akan ditampung di panti asuhan milik Pemprov Kaltim.

“Nantinya, mereka ini juga akan kita jamin sekolahnya sampai ke tingkat SLTA. Kalau masalah pendidikan, kita koordinasikan dengan pihak terkait,” jelasnya.

Jadi, untuk jangka panjangnya, anak yatim piatu ini akan dijamin pendidikannya. Bagi mereka yang sudah kuliah, pendidikannya dijamin melalui Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) ataupun bidikmisi.

“Selain itu kan bisa saja melalui perguruan tinggi ataupun lembaga dan swasta, terutama melalui CSR yang bergerak di bidang pendidikan,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Hadi Mulyadi menambahkan bahwa perhatian yang diberikan Pemprov Kaltim dalam jangka panjang yakni memasukkan anak yatim piatu yang sudah selesai jenjang pendidikan dasar ke Balai Latihan Kerja (BLK).

“Nantinya, mereka akan mendapatkan keterampilan sehingga bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Semua ini memang niatan kita untuk kesejahteraan mereka, jadi tidak hanya bantuan untuk jangka pendek bersifat konsumtif berupa natura ataupun dana, tetapi bagaimana kita memikirkan kehidupan mereka hingga bisa mandiri,” tambah mantan legislator Senayan itu. (editor: irfan)

Related posts

Pembangunan Awal Rumah Sakit Mata Ditargetkan Rampung Akhir 2021, Fitra: Anggarannya Rp 17,7 M

Lydia Apriliani

Isran: Pembangunan Rumah Sakit Mata Sangat Dibutuhkan

Lydia Apriliani

Eksekutif dan Legislatif Minta Capaian Vaksinasi di Balikpapan dan Kukar Maksimal

Lydia Apriliani