Infosatu.co
      Artikel ini telah dilihat : 333 kali.
PEMERINTAHAN SAMARINDA

IKN di Kaltim Untuk Pemerataan Pembangunan

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi saat berdialog di Radio RRI Pro1 Samarinda. (foto: Humas Pemprov Kaltim)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Pemerintah pusat telah menetapkan ibu kota negara (IKN) Baru di Kaltim tepatnya di kawasan Sepaku, perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi merasa bahwa keputusan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sudah sangat tepat.

“Ide Pak Presiden Jokowi memindahkan IKN ke Kaltim itu luar biasa,” ungkapnya saat mengikuti Dialog Luar Studio di RRI Pro1 Samarinda.

Menurutnya, luas kaltim itu sama dengan seluruh Pulau Jawa. Apalagi ketika Kaltim dan Kaltara bersatu, itu sama saja seperti luas Pulau Jawa dan Madura.

“Di Pulau Jawa ada enam provinsi yang mendapatkan APBD dan APBN sangat besar,” jelasnya, Rabu (18/8/2021).

Sedangkan yang paling tinggi di Kaltim selama beberapa periode itu hanya sebesar Rp 13 triliun saja. Angka itu kata Hadi Mulyadi, paling tinggi dalam sejarah.

“Bayangkan, jika ingin membangun jalan seluas dan sebesar pulau Jawa. Jadi memang harus dapat bantuan dari pusat, insyaallah IKN pindah ke sini jalan-jalan akan bagus,” terangnya.

Bukan hanya Kaltim sebut Hadi, akan tetapi provinsi tetangga seperti Kalsel, Kalteng, Kaltara dan Sulawesi akan maju selepas IKN benar-benar pindah ke Kaltim.

“Walaupun dengan pandemi ini prosesnya tertunda, tapi itu ide yang luar biasa. Jalan-jalan akan dibangun secara bertahap, yang penting lihat progresnya nanti. Kalau sim salabim tidak mungkin,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, mantan legislator Senayan ini juga mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat agar sama-sama berjuang membangun Kaltim menjadi lebih maju lagi.

“Kita tidak boleh saling menyalahkan. Kalau bicara merdeka dalam konteks ekonomi, memang bukan hanya Kaltim saja. Tapi Indonesia juga terdampak di masa pandemi ini,” ucapnya. (editor: irfan)

Related posts

Pembangunan Awal Rumah Sakit Mata Ditargetkan Rampung Akhir 2021, Fitra: Anggarannya Rp 17,7 M

Lydia Apriliani

Isran: Pembangunan Rumah Sakit Mata Sangat Dibutuhkan

Lydia Apriliani

Eksekutif dan Legislatif Minta Capaian Vaksinasi di Balikpapan dan Kukar Maksimal

Lydia Apriliani