Infosatu.co
        260 Kali dibaca

Ini Alasan Jokowi Tiadakan Mudik Lebaran, Ada 4 Kali Kenaikan Libur Panjang

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) saat menjelaskan perkembangan Covid-19 dari tahun 2020 hingga 2021 dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden. (Foto: Lydia)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) punya beberapa pertimbangan meniadakan kembali mudik lebaran Idul Fitri 2021 bagi seluruh masyarakat. Mengingat, tahun ini merupakan Ramadan kedua di tengah pandemi Covid-19.

Grafik perkembangan Covid-19 di Indonesia

Tentunya, ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak lebih meluas lagi. Maka sejak jauh-jauh hari, pemerintah memutuskan untuk melarang mudik pada lebaran tahun ini.

“Keputusan ini diambil melalui berbagai macam pertimbangan, berkaca pada pengalaman tahun lalu dimana terjadinya tren kenaikan kasus setelah 4 kali libur panjang,” ungkap Jokowi melalui live streaming Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/4/2021).

Pertama saat libur Idul Fitri tahun lalu, terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan tingkat kematian mingguan sebesar 66 persen.

Kemudian, kenaikan kasus Covid-19 kedua terjadi saat libur panjang mulai 20 – 23 Agustus 2020. Dimana hal ini mengakibatkan kenaikan sebesar 119 persen dan tingkat kematian mingguan meningkat 57 persen.

Ketiga, terjadi saat libur panjang pada 28 Oktober -1 November 2020. Lanjut Jokowi, hal ini menyebabkan terjadinya kasus Covid-19 hingga 95 persen, tingkat kematian mingguan mencapai 75 persen.

Terakhir, terjadi kenaikan saat libur di akhir tahun pada 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. Dimana, kenaikan kasus harian mencapai 78 persen. Sedangkan, kenaikan tingkat kematian hingga 46 persen.

“Pertimbangan lainnya adalah kita harus menjaga tren menurunnya kasus aktif di Indonesia dalam dua bulan terakhir ini. Pada 5 Februari 2021 sebesar 176.672 kasus, kemudian 15 April 2021 menurun menjadi 108.031 kasus,” jelasnya.

Tidak hanya itu, penambahan kasus harian juga relatif menurun. Indonesia pernah mengalami 14.000-15.000 kasus per hari pada Januari 2021, tapi kini berada di kisaran 4.000-6.000 kasus per hari.

Tren kesembuhan pun terus mengalami peningkatan, bila 1 Maret 2021 sebanyak 1.151.915 orang yang sembuh atau 85,88 persen dari total kasus 1.341.314. Maka 15 April 2021 meningkat menjadi 1.438.254 pasien sembuh atau mencapai 90,5 persen sembuh dari total kasus 1.589.358.

Oleh karena itu, momentum yang sangat baik ini harus betul-betul dijaga. Maka, pada lebaran kali ini pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI-Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta dan seluruh masyarakat.

“Saya mengerti kita semua rindu sanak keluarga di saat-saat seperti ini apalagi di hari lebaran nanti. Tapi mari kita utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman, mari kita isi Ramadan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah. Tentunya, demi keselamatan seluruh sanak keluarga, diri kita sendiri dan seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya. (editor: irfan)

Related posts

Mayday di Kuba, Pemerintah AS Diminta Hentikan Blokade

Lydia Apriliani

Ketum JMSI Sebut Wartawan Harus Komitmen Ciptakan Ekosistem Pers yang Sehat

Heisma Sari

Pengda JMSI Babel Urutan Tujuh Terverifikasi Faktual

Lydia Apriliani