Infosatu.co
      Artikel ini telah dilihat : 236 kali.
PEMERINTAHAN

Ini Tiga Program Pengembangan Sektor Parekraf Kaltim

Asisten Pemkesra Setdaprov Kaltim HM Jauhar Efendi saat ditemui infosatu.co di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/4/2021). (Foto: Lydia)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) merupakan salah satu sektor yang akan mendorong transformasi ekonomi bergeser dari sektor ekstraktif.

Ekstraktif sendiri merupakan segala kegiatan mengambil sumber daya alam bumi secara langsung seperti penangkapan ikan, produksi garam, dan penebangan pohon di hutan.

Selain meningkatkan perekonomian, sektor wisata dapat menjaga dan melestarikan alam. Bahkan, dapat menciptakan masyarakat yang peduli dengan alam.

Anak-anak muda millenial yang kreatif juga berasal dari sektor tersebut. Sehingga, tidak heran jika parekraf mampu menjadi sektor yang dilirik saat ini.

Asisten Pemkesra Setdaprov Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan bahwa aktivitas untuk membangkitkan parekraf tetap ditunjang meskipun saat ini Indonesia khususnya Kaltim masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Caranya bagaimana, yaitu dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan mendukung kebijakan sertifikasi CHSE (kebersihan, kesehatan, keselamatan dan pelestarian lingkungan),” ungkapnya melalui pesan whatsapp, Jumat (7/5/2021).

Menyongsong ibu kota negara (IKN), Kaltim sebagai daerah penyangga perlu mempersiapkan diri terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatifnya.

Dalam hal ini, Pulau Derawan merupakan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) baru yang diharapkan intervensi ataupun perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan parekraf Kaltim agar semakin masif.

“Pengembangan Derawan sebagai DPP baru nasional tentu akan memberikan dampak atau multiplier effect bagi pengembangan pariwisata di Kaltim,” jelasnya.

Di tahun 2020, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah mengalokasikan Bantuan Sosial Masyarakat (BSM) sebagai perlindungan sosial di sektor parekraf.

“Sekitar lebih dari 5.700 orang menerima bantuan tersebut. Sementara, di tahun 2020 dulu. Walaupun belum normal, tapi sektor parekraf sudah mulai bangkit kembali,” katanya pada media ini.

Pada kesempatan yang sama, Jauhar membeberkan bahwa ada tiga program gubernur terhadap pengembangan sektor parekraf yakni menjadikan anjungan Kaltim TMII sebagai pusat informasi dan seni budaya daerah.

Kemudian, pengembangan wisata di tiga danau yakni Semayang, Melintang dan Jempang akan dijadikan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Terakhir, pengembangan pariwisata berbasis kerakyatan, yakni pengembangan desa wisata. Kita optimis perekonomian di sektor parekraf akan kembali menggeliat, kuncinya dengan menciptakan inovasi. Sekarang saatnya berbenah untuk menyongsong dalam kondisi normal,” bebernya. (editor: irfan)

Related posts

Kasus Covid-19 Tinggi, Kaltim Urungkan Niat PTM Juli

Lydia Apriliani

Isran Sambut Positif Kemampuan Literasi Anak Pedalaman

Lydia Apriliani

IPM Kaltim Tertinggi Ketiga, Kapasitas Literasi Terus Digalakkan

Lydia Apriliani