Infosatu.co
        264 Kali dibaca

Jembatan Melak ATJ Dapat Persingkat Waktu Perjalanan

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Marthinus saat ditemui awak media, Senin (12/4/2021). (Foto: Lydia)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Kelanjutan pembangunan Jembatan Tering dan Jembatan Melak Aji Tulur Jejangkat (ATJ) menjadi perhatian DPRD Kaltim. Pasalnya, apabila Jembatan Melak ATJ dilanjutkan dan telah rampung, maka perjalanan yang memakan waktu berjam-jam bisa dipersingkat.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kaltim Marthinus usai melakukan hearing bersama Dinas PUPR Kaltim, Balai Besar Jalan dan Jembatan (BBJJ), Wakil Bupati (Wabup) Kutai Barat (Kubar), Dinas PUPR Kubar, Kabid Bina Marga dan lainnya.

“Apabila selesai, maka akses yang hari ini ditempuh 10 jam, hanya memakan waktu 5 jam saja untuk sampai ke Kota Bangun Kutai Kartanegara (Kukar),” ungkapnya di Gedung E DPRD Kaltim, Senin (12/4/2021).

Ditanya awak media, kira-kira kapan dua jembatan ini rampung. Marthinus menjelaskan bahwa dua jembatan ini masih dalam penjabaran ulang, karena hari ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim tidak hadir.

“Jadi nanti kita hadirkan Bappeda Kaltim untuk bisa sama-sama mendiskusikan itu. Alokasi biaya Rp 55 miliar ini sudah dianggarkan oleh Pemprov Kaltim dari zaman bupati yang lama, hingga saat ini progresnya itu kurang lebih 40 persen. Tapi kita masih akan melakukan kroscek bersama-sama ke lapangan untuk bisa mengetahui detailnya,” jelas Marthinus.

Sementara itu, Wabup Kubar Edyanto Arkan membeberkan bahwa nominal anggaran yang diperlukan pada tahun 2018 untuk kedua jembatan ini kira-kira sekitar Rp 243 miliar.

Lanjutnya, Jembatan Tering itu direncanakan sejak tahun 2002 dan dipancang pada tahun 2005. Sedangkan, Jembatan ATJ itu dipancang tahun 2012 dan seyogyanya selesai tahun 2015.

“Tapi karena ada pengurangan penerimaan daerah pada tahun 2016 secara nasional, sehingga dana ini tidak dapat kita selesaikan. Jadi, proses pembangunan terakhir Jembatan ATJ itu November 2016, kalau Jembatan Tering tahun 2015 terakhir. Secara fisik, jembatan itu belum selesai dilanjutkan,” urainya.

Edy menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini secara fisik terlambat karena faktor alam pada waktu itu, disebabkan situasi banjir yang sangat deras dan sebagainya.

“Ini perlu disikapi secara hukum, teknis serta finansial agar jembatan itu dapat diselesaikan. Jembatan ini sangat strategis, karena menghubungkan kawasan pengembangan wilayah strategis nasional Kubar dan Kukar untuk komoditi pertanian,” paparnya.

Kemudian juga menjadi kawasan strategis nasional di perbatasan Mahakam Ulu (Mahulu), dengan adanya jembatan ini bisa memberikan akses lebih dekat bagi masyarakat perbatasan jika ingin ke provinsi. Demikian, menghubungkan Kalteng-Kubar dan menuju ke Pelabuhan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) yang ada di Kutim.

“Hanya saja perlu disepakati bersama-sama agar menjadi pekerjaan rumah, sebab bentangnya sangat panjang sekitar 100-300 meter. Maka bukan hanya dari Kubar saja, wajar jika seharusnya ada keikutsertaan dari pemerintah pusat,” terangnya.

Alokasi anggaran yang dihabiskan untuk Jembatan ATJ ini sekitar Rp 300 miliar dan Jembatan Tering sebanyak Rp 55 miliar. Nanti akan dilakukan tender ulang untuk pengerjaannya, sedangkan anggaran untuk pembangunan lanjutan pun akan diperhitungkan kembali.

“Namun yang kita inginkan pada hari ini, bentuk bantuan yang diberikan Pemprov Kaltim berupa pendampingan atau koneksi pada pusat. Mengenai besarannya belum kita bicarakan, mudah-mudahan dengan adanya kesepakatan kita bisa sharing bersama antara kabupaten, provinsi dan pusat. Apabila ditanggung bersama-sama, memungkinkan dapat terselesaikan,” tegas Edy. (editor: irfan)

Related posts

Sukmawati Siap Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat 

Lydia Apriliani

Pers Bebas Sampaikan Informasi, Golnya Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Lydia Apriliani

Sukmawati Gantikan Anggota DPRD Kaltim Muspandi

Lydia Apriliani