Infosatu.co
      Artikel ini telah dilihat : 433 kali.
DPRD KALTIM

Keluhan Banjir di Hidayatullah dan Kurangnya Murid PAUD Jadi Catatan Tio

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono bersama warga jalan Hidayatullah saat gelar reses DPRD Kaltim. (Foto: Lydia)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono mendengarkan berbagai macam keluhan masyarakat saat menggelar reses di daerah pemilihannya, Kamis (8/7/2021).

Suasana reses yang digelar di Jalan Hidayatullah

Persoalan pertama datang dari warga Samarinda bernama Lukman. Ia mengeluh bahwa banjir selalu datang setiap musim pasang air laut bahkan tingginya mencapai lutut orang dewasa.

“Tidak ada hujan tapi kawasan depan Aston Jalan Hidayatullah banjir dan ini terjadi dua kali dalam sebulan. Warga yang terdampak banjir pastinya minta solusi pada pemerintah,” ungkapnya.

Menurutnya, peran pemerintah dalam mengelola daerah aliran sungai (DAS) sangat diperlukan dan harus dilakukan. Beberapa titik pemicu luapan air itu seharusnya bisa dikeruk.

“Di sini pernah dikeruk tapi kayaknya belum maksimal, kemungkinan karena sampah yang tertumpuk dan nggak pernah dibersihkan. Kita minta solusi dan perhatian pemerintah agar bisa mengatasi banjir di kawasan Hidayatullah khususnya Karang Mumus,” jelasnya.

Keluhan selanjutnya datang dari perwakilan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) Isnawati. Menurutnya, di masa pandemi ini tenaga pendidik dari lembaga swasta sangat menyedihkan.

Biasanya ia menerima murid sekitar 40, kini hanya 10 orang saja. Penurunan pendaftaran di PAUD hingga 75 persen ini kata Isna, karena kurangnya minat para orang tua.

“Kan sistemnya daring, jadi mereka pikir buat apa. Toh pembelajaran juga dengan sistem daring, ini menjadi kendala serius bagi guru PAUD khususnya swasta,” urainya.

Selain pembelajaran daring, sebagian orang tua kurang berminat memasukkan anaknya ke PAUD. Ini terjadi karena mereka (para orang tua) menginginkan anaknya langsung masuk ke jenjang SD.

“Jadi harus ada kesinambungan antara lembaga PAUD dan SD, misalnya untuk masuk SD itu diharuskan adanya surat rekomendasi yang menyatakan si anak pernah sekolah PAUD. Otomatis anak yang ingin SD harus sekolah PAUD dulu, karena bagaimana pun PAUD adalah pondasi awal untuk ke tingkat dasar.”

Dengan reses yang digelar Tio pada hari ini, Isna berharap agar aspirasi serta keluhan dari masyarakat dapat disampaikan kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib tenaga pendidikan khususnya guru PAUD.

“Saya yakin Pak Tio akan menyampaikan aspirasi kami, kan anggota DPRD dipilih langsung oleh rakyat karena mereka percaya pada pilihannya,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Tio sapaan akrab Nidya Listiyono langsung menghubungi Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin untuk menyampaikan keluhan masyarakat terkait pendidikan.

“Sudah saya sampaikan kepada komisi yang membidangi masalah pendidikan, semoga ada tindak lanjut dan solusi untuk para pendidik kita ini,” terangnya.

Tio berharap agar pemerintah bisa mencari solusi dan memperhatikan kesejahteraan para guru tak terkecuali guru swasta.

“Pasti ada kekhawatiran guru terhadap pendidikan daring, jangan sampai gurunya tidak terpakai. Kesejahteraan mereka harus diperhatikan,” ulasnya.

Tidak hanya memperhatikan kesejahteraan para guru, pria kelahiran 1980 ini ingin pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan (nakes) terlebih selama adanya pandemi Covid-19.

“Kan nakes juga menjadi ujung tombak untuk mengobati masyarakat yang terpapar Covid-19. Intinya sudah saya catat semua keluhan dan aspirasi yang disampaikan pada hari ini,” tegasnya. (editor: Irfan)

Related posts

Ada Polder, Pembangunan RSUD Korpri di Sempaja Aman

Lydia Apriliani

Komisi III Tandai RSUD Korpri, Pesimis Bisa Finish 100 Persen Akhir Tahun

Lydia Apriliani

Data Serapan Anggaran Rendah, Kepala BPKAD Harus Diganti

Lydia Apriliani