Infosatu.co
      Artikel ini telah dilihat : 326 kali.
PEMERINTAHAN

Kisah Inspiratif Uut dan Uti, Pesut Mahakam dari Danau Semayang

Bunda PAUD Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor saat menceritakan kisah inspiratif di Hari Anak Nasional (HAN). (Foto: Humasprov Kaltim)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Bunda PAUD Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli dengan menceritakan sebuah kisah inspiratif Uut dan Uti, si pesut mahakam dari Danau Semayang.

kisah inspiratif Uut dan Uti, si pesut mahakam dari Danau Semayang.

Ditemani Samudera, Norbaiti sangat antusias bercerita tentang binatang mamalia yang bentuknya mirip lumba-lumba itu.

“Hari ini bunda mau bercerita tentang pesut mahakam, ditemani Samudera,” ungkap Noorbaiti pada video berdurasi 3 menit 20 detik unggahan Humas Pemprov Kaltim.

Saat ini pesut mahakam termasuk hewan langka di dunia. Bahkan di Indonesia hanya ada di Bumi Kalimantan, dengan populasi yang tersisa hanya sekitar 76 ekor saja.

“Uut dan Uti adalah binatang mamalia yang bernafas dengan paru-paru,” jelasnya.

Lanjutnya, di pinggiran Danau Semayang dihiasi banyak pohon teduh dan ini membuat dua ekor pesut mahakam semakin riang mengitari aliran sungai yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu.

“Dua ekor pesut menyelam ke sana kemari mengitari Danau Semayang. Tanpa disadari, Uti tertinggal jauh dari Uut,” katanya.

Perhatian Uti saat itu tertuju pada sebuah benda berwarna biru dan kuning. Si Uti kata Noorbaiti, mendekati benda itu lalu tersedak.

Ternyata yang ditelan Uti adalah sampah plastik, akhirnya Uut menolong Uti karena kesulitan bernafas. Dua pesut mahakam ini dengan panik muncul ke permukaan untuk meminta pertolongan.

Si Uut minta tolong dengan nelayan dan masyarakat sekitar dengan sebuah isyarat. Namun sayangnya, tidak ada yang mengerti maksud Uut.

“Uut kecewa karena orang-orang di sekitar danau malah berteriak hore ada pesut timbul. Lalu Uut melihat seorang nelayan di pinggir danau dan ia mengeluarkan suara uhu uhu uhu,” urainya.

Rupanya lanjut Noorbaiti, nelayan itu paham maksud Uut. Nelayan tersebut pun berenang mengikuti Uut menuju arah Uti yang sudah mulai lemas akibat susah bernafas.

Akhirnya orang-orang yang dipinggir danau tadi melihat dan terkejut, mereka segera membantu Uut untuk menyelamatkan Uti. Ada yang menyirami tubuh Uti, ada yang membantu nelayan mengangkat Uti ke darat.

“Salah seorang nelayan bernama Pak Ulay menuju ke rumah dokter Indra untuk segera menolong dan memberikan oksigen. Dia juga segera melapor ke dokter hewan di rumah sakit,” tambahnya.

Melanjutkan ceritanya, Noorbaiti mengatakan saat itu Uut memandang Uti dari kejauhan. Uut berenang dengan rasa sedih di Danau Semayang.

“Tidak ada lagi teman bermain Uut, andai saja tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan, pasti Uut masih bermain dan bersenang-senang dengan Uti,” terang Noorbaiti memberikan nasihat melalui cerita inspiratif Uut dan Uti.

Ketua TP PKK Kaltim itu pun berharap agar masyarakat luas bisa mengambil manfaat dari cerita yang ia bacakan tersebut.

Di HAN 2021 ini, anak-anak di Benua Etam diharapkan Noorbaiti dapat mencintai lingkungan, alam sekitar dan berbagai macam hewan di bumi.

“Nah itu tadi cerita bunda, semoga bisa mengambil manfaat dari ceritanya. Kita tidak boleh buang sampah sembarangan. Salam sehat, cerdas dan setia,” ajaknya.(editor: irfan)

Related posts

Bisik ke Penerima Mobil Angkutan Jenazah, Isran Gurau Jangan Lapor Corona

Lydia Apriliani

Jabatan Sekda Kaltim Berakhir di Februari 2022, Hadi: Proses Sesuai Jadwal

Lydia Apriliani

Perbaikan Ruang Isoter di Asrama Atlet Diperkirakan Rampung Dua Minggu Lagi

Lydia Apriliani