Infosatu.co
        254 Kali dibaca

Pesan Mohammad Nuh untuk JMSI Jatim, Pastikan Kualitas Karya Jurnalistik Online

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh saat lakukan verifikasi faktual Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur (Jatim), Senin (8/3/2021). (Foto: Ist)
Bagikan Ke Sosmed :

Surabaya,infosatu.co – Pengelola media massa berbasis internet atau media digital perlu memahami digital culture. Pemahaman akan budaya dunia digital itu adalah modal penting yang harus dimiliki agar media siber dapat menghasilkan karya pers yang positif dan konstruktif.

Foto bersama usai verifikasi faktual Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur (Jatim) oleh Ketua Dewan , Senin (8/3/2021)

Begitu antara lain pesan yang disampaikan Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh dalam verifikasi faktual Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur (Jatim), Senin (8/3/2021) di Kantor JMSI Jatim di Surabaya.

“Karena anda mengelola media siber, maka kuasai yang namanya digital culture. Bagaimana substansi atau hakekatnya,” ujarnya di sela-sela melakukan verifikasi didampingi anggota Dewan Pers Agus Sudibyo.

Karena model komunikasi digital one to many. Maka informasi yang disebarkan media siber bersifat muncul di mana-mana.

“Dia (informasi yang disiarkan media siber) lintas wilayah, termasuk lintas negara, yang tidak terikat pada waktu dan tidak terikat pada ruang,” tambah Nuh.

“Karena itu harus disadari oleh kawan-kawan JMSI, informasi (di dunia digital) memiliki risiko yang sifatnya multifikatif,” ucap mantan Menteri Komunikasi dan Informatika di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Dia mengilustrasikan, bila ada kesalahan, maka kesalahan itu akan menyebar dengan sangat cepat dalam waktu yang singkat.

Dengan demikian, ia berpesan agar pengelola media siber, terutama pengelola ruang redaksi harus bersikap ekstra prudent atau hati-hati.

“Kualitas konten menjadi mutlak untuk diperhatikan,” sambungnya.

Selanjutnya, pengelola media siber perlu menyadari bahwa kekuatan redaksi terletak pada setiap pekerja pers atau wartawan.

Ruang redaksi media siber tidak dikelola seperti ruang redaksi media cetak yang memungkinkan pemusatan atau sentralisasi bahan berita sebelum dirilis sebagai berita.

“Harus ada kepastian mengenai kualitas informasi karya jurnalistik media online. Kalau tidak nanti akan bergeser ke urusan hoaks dan itu akan menjadi rumit,” kata Nuh.

Pesan berikutnya pengelola media siber memegang teguh prinsip good journalism.

“Praktik jurnalisme yang baik harus tetap menjadi pegangan kita semua. Kita tidak ingin mengikuti pola medsos. Kita mau cepat tapi tetap dengan good journalism,” sambungnya lagi.

Hal terakhir yang dipesankan Mohammad Nuh adalah pentingnya melakukan upgrading terhadap sikap, pengetahuan, dan skill pekerja pers media siber.

“Kita tidak hanya migrasi dari physical space ke digital space tetapi juga migrasi mindsite,” pesan Nuh.

Sementara itu, Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa yang juga hadir dalam verifikasi faktual JMSI Jatim mengucapkan terima kasih atas kehadiran Mohammad Nuh dan Agus Sudibyo.

Menurutnya, kehadiran Mohammad Nuh dan Agus Sudibyo adalah sebuah kehormatan tidak hanya untuk JMSI Jatim, tetapi juga untuk keluarga besar JMSI yang sedang meniti jalan untuk menjadi konstituen Dewan Pers.

Teguh mengatakan, pihaknya akan mengikuti pesan yang disampaikan Ketua Dewan Pers dengan serius. Upgrading terhadap pekerja pers memang harus terus dilakukan agar masyarakat dapat mengenali dengan baik karya jurnalistik produk media siber dan pernyataan-pernyataan yang disampaikan medsos.

Senada, Ketua JMSI Jatim Eko Pamuji mengatakan di Jatim memiliki anggota yang kredibel.

Menurutnya, hampir semua media yang tergabung dalam JMSI telah terverifikasi faktual oleh Dewan Pers.

Eko juga pihaknya kerap menyampaikan pesan agar media siber anggota JMSI Jatim memperhatikan dan mematuhi kode etik jurnalistik (KEJ) dan pedoman pemberitaan media siber.

“Kami selalu menjaga konten dengan baik tidak mau gadaikan trust (kepercayaan) untuk berita-berita yang tidak layak. Semoga verifikasi faktual JMSI Jatim menjadi semangat bagi anggota yang tergabung di JMSI Jatim,” pesannya

Selain Teguh, pengurus JMSI Pusat yang hadir dalam verifikasi faktual adalah Sekretaris Bidang Kerja Sama Antar Lembaga yakni Lutfi Hakiem. (editor: irfan)

Related posts

Mayday di Kuba, Pemerintah AS Diminta Hentikan Blokade

Lydia Apriliani

Ketum JMSI Sebut Wartawan Harus Komitmen Ciptakan Ekosistem Pers yang Sehat

Heisma Sari

Ini Alasan Jokowi Tiadakan Mudik Lebaran, Ada 4 Kali Kenaikan Libur Panjang

Lydia Apriliani