Infosatu.co
      Artikel ini telah dilihat : 463 kali.
PENDIDIKAN SAMARINDA

Polemik SMAN 10 Samarinda Masih Tunggu Keputusan Gubernur

Puluhan orang tua siswa SMAN 10 Samarinda penuhi Kantor Gubernur suarakan titik terang polemik SMAN 10 Samarinda, Senin (28/6/2021). (Foto: Lydia)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Puluhan orang tua siswa SMAN 10 Samarinda menyampaikan orasi di depan Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah, Senin (28/6/2021).

Puluhan orang tua Siswa SMAN 10 Samarinda saat lakukan orasi di depan Kantor Gubernur, Senin (28/6/2021).

Orasi hari ini merupakan tindak lanjut aksi yang dilakukan Aliansi Siswa Smaridasa (ASS) Samarinda yang digelar beberapa waktu lalu, Rabu (16/6/2021).

Para orang tua siswa ini berusaha menagih janji Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kaltim Anwar Sanusi yang menyatakan akan melepas atribut di Yayasan Melati.

Namun, pelepasan tersebut tidak dilakukan dan membuat orang tua geram. Perwakilan orang tua siswa Sukariyan membenarkan hal ini.

Sukariyan, perwakilan orang tua siswa SMAN 10 Samarinda ketika memberikan keterangannya di sela-sela orasi.

“Kami orang tua siswa SMAN 10 sekaligus masyarakat Loa Janan Ilir dan Samarinda Seberang ingin menagih janji gubernur melalui Kadisdikbud Kaltim untuk menurunkan atribut Yayasan Melati,” ungkapnya.

Tidak hanya menagih janji, namun pihaknya meminta agar gubernur menjalankan dan menjamin keberadaan SMAN 10 Samarinda di Kampus A.

“Kita minta agar SMAN 10 tetap berada di Jalan HAM Rifaddin apapun alasannya,” jelasnya.

Apabila Gubernur Kaltim Isran Noor tidak melaksanakan permintaan orang tua murid SMAN 10 Samarinda, mereka berencana melepaskan atribut itu sendiri.

“Jika gubernur tidak menjalankan dan seenaknya sendiri, maka kita akan mempertahankan karena itu aset dan kebanggaan kami,” terangnya.

Kemungkinan hari ini akan terjadi bentrok antara orang tua dengan Yayasan Melati pemerintah jika tidak menurunkan atribut.

“Kami akan menurunkan dengan sendirinya, kami juga sudah melakukan mekanisme yang benar dengan mediasi bersama aparat. Kami akan mengeksekusi sendiri, tidak ada kata diulur lagi,” ujarnya.

Kadisdikbud Kaltim Anwar Sanusi dalam keterangan persnya kepada awak media.

Sementara itu, setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melakukan audiensi bersama perwakilan orang tua SMAN 10 Samarinda selesai. Kadisdikbud Kaltim Anwar Sanusi angkat bicara.

Anwar menegaskan bahwa pihak orang tua murid bersedia untuk berdamai dan akan menunggu keputusan gubernur.

“Hasilnya masih menunggu keputusan gubernur. Nanti wakil gubernur rapat dulu untuk menyampaikan ke gubernur dan perwakilan masyarakat menyetujui hal ini. Jadi, tidak ada pencabutan atribut. Yang jelas masih menunggu wakil gubernur untuk rapatkan ini dengan gubernur,” tegas Anwar. (editor: irfan)

Related posts

Pembangunan Awal Rumah Sakit Mata Ditargetkan Rampung Akhir 2021, Fitra: Anggarannya Rp 17,7 M

Lydia Apriliani

Isran: Pembangunan Rumah Sakit Mata Sangat Dibutuhkan

Lydia Apriliani

Eksekutif dan Legislatif Minta Capaian Vaksinasi di Balikpapan dan Kukar Maksimal

Lydia Apriliani