Artikel ini telah dilihat : 159 kali.

Stop Penjualan LKS di Sekolah, Disdikbud Bontang Sarankan Guru Buat Sendiri

  • Whatsapp

Penulis: Lydia – Editor: Achmad

Bontang, infosatu.co – Terjadinya praktik jual beli buku LKS (Lembaran Kerja Siswa) di beberapa sekolah, masih saja kerap ditemui. Padahal, penjualan LKS ini telah dilarang.

Menanggapi sekolah yang masih saja menjual LKS di Bontang, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Saparudin mengatakan bahwa, Dinas Pendidikan telah menghimbau kepada seluruh sekolah, untuk memberdayakan guru-guru di Bontang. Untuk itu stop penjualan LKS disekolah.

“Kita telah menghimbau, tidak ada penjualan LKS lagi. Berdayakan lah guru-guru kita untuk membuat LKS,” ungkapnya via Telpon, Kamis (14/2/2020).

Menurutnya, pembuatan LKS oleh guru lokal, mampu mengasah pengetahuan dan wawasan guru-guru lebih baik lagi.

“Jadi meraka tau apa yang diajarkan. Ini kan maksud dari Menteri, terkait merdeka mengajar. Artinya, mereka tidak perlu intervensi dari mana pun, mereka tinggal buat LKS saja,” jelasnya.

“Ada istilah Kelompok Kerja Guru (KKG) di Sekolah Dasar, mereka ini lah yang buat. Nanti, kita berkerja sama dengan penerbit. Lalu yang bayar siapa, pakai dana bos, kan ini biaya operasional sekolah. Keuntungannya juga karena harga penerbit lebih murah, dari pada beli di distributor,” sambungnya.

Dirinya juga menegaskan, guru yang membuat LKS akan mendapatkan angka kredit.

“Banyak keuntungannya apabila buat LKS sendiri, yaitu angka kredit akan naik. Angka kredit itu, agar dia naik pangkat, mereka bakal naik pangkat,” kata Saparudin.

Intinya, keuntungan membuat buku LKS oleh guru, dapat meningkatkan angka kredit untuk menaikkan pangkat guru tersebut. Bahkan, keuntungan lainnya lebih murah dari pada beli di distributor, serta murid mendapatkan pengetahuan juga.

Baca Juga :  Reses Hari Ketiga, Sutomo Jabir Kunjungi Busang dan Muara Ancalong

Jika memang ada guru yang ingin menulis, Disdik akan membantu memfasilitasi guru yang siap membuat LKS.

Related posts

Leave a Reply