Infosatu.co
      Artikel ini telah dilihat : 329 kali.
DPRD BALIKPAPAN

Syukri Wahid Tegaskan Semua Program Pemerintah Sudah Tercover

Syukri Wahid Wakil Banggar DPRD memberikan penjelasan kepada media. (foto: Lilik)
Bagikan Ke Sosmed :

Balikpapan, infosatu.co – Setelah mengikuti RDP dengan OPD Pemkot Balikpapan, Wakil Banggar DPRD Balikpapan Syukri Wahid menjelaskan tentang masalah keuangan.

“Mulanya adanya defisit anggaran Rp 31 miliar, saat itu skema yang diajukan oleh Pemkot Balikpapan adalah menurunkan target pajak asli daerah (PAD) Rp 61miliar untuk mengimbangi pembiayaan,” katanya ditemui infosatu.co usai RDP bersama BPKAD dan Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Balikpapan, Selasa (14/9/2021).

Syukri melanjutkan justru karena penurunan itulah, seluruh perangkat daerah diminta semangat memotong belanja.

“Tapi posisi hari ini capaian PAD tetap bertahan di posisi Rp 515 miliar. Jadi tidak berkurang. Sebelumnya berkurang menjadi Rp 485 miliar,” urainya.

Kemudian, dengan total Rp 515 miliar, angkanya bertahan di posisi 170, 2 persen. Capaian pajak itu sudah 70 persen di bulan September. Nah, tiga bulan lagi sisa 30 persen. Dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebagian orang belum bayar per September ini.

“Jadi kita optimis Rp 515 miliar tercapai. Kemudian defisit kita yang harus dikeluarkan di tahun ini bisa tertutupi dengan silpa yang ada. Intinya kita sudah tuntaskan seluruh program prioritas hari ini. BPJS Rp 18 miliar kemudian tunjangan SPP 3 bulan Rp 12 miliar kemudian multi years Rp 30 miliar semua sudah tercover,” terangnya.

Ditambahkan Syukri, sekarang seluruhnya program sudah tuntas dan juga semua program pemerintah sudah zero.

“Kepentingan wali kota juga sudah tercover dan DPRD tentang pokok-pokok pikiran itu sudah terakomodir juga untuk ditindaklanjuti,” tutupnya. (editor: irfan)

Related posts

Perda APBD Perubahan 2021 Sudah Disepakati

Lilik Sismiati

Covid-19 di Balikpapan Melandai, Abdulloh Bersyukur

Lilik Sismiati

Perda RPJMD dan Kepemudaan Jadi Prioritas

Lilik Sismiati