Infosatu.co
      Artikel ini telah dilihat : 421 kali.
DPRD KALTIM

Tio Serap Aspirasi Warga Wijaya Kusuma, Minta Mesin Rumput hingga Alat Fogging

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono saat ditemui infosatu.co usai serap aspirasi masyarakat di Jalan Wijaya Kesuma Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (7/7/2021). (Foto: Lydia)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono menyerap aspirasi masyarakat di Jalan Wijaya Kesuma Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (7/7/2021).

Suasana reses Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono di Jalan Wijaya Kesuma Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (7/7/2021).

Dalam kesempatan ini, masyarakat menyampaikan keluhan, masukan dan aspirasi kepada politikus Golkar tersebut. Salah satunya, pengadaan alat fogging dan mesin rumput.

Permintaan ini disebutkan karena sisi Jalan Wijaya Kusuma banyak rumput yang dikhawatirkan ada binatang membahayakan. Warga berencana menggunakan mesin rumput untuk membersihkan tanaman yang meresahkan.

Sedangkan mesin fogging dibutuhkan masyarakat untuk mengurangi kekhawatiran terhadap penyakit demam berdarah atau yang biasa disebut DBD.

Hal tersebut dibenarkan Ketua RT 19 Jumri sebagai perwakilan masyarakat Wijaya Kesuma saat ditemui infosatu.co usai mengikuti kegiatan Reses Anggota DPRD Kaltim Dapil I Masa Persidangan II Tahun 2021.

“Kita minta pengadaan mesin rumput dan alat fogging untuk mencegah wabah DBD. Sekaligus terkait papan nama jalan di sini yang belum tertata rapi. Tujuannya dilakukan penataan ini agar masyarakat luar mudah mencari alamat. Kita bersyukur sekali Pak Nidya Listiyono menerima aspirasi masyarakat di sini, semoga bisa terealisasi,” ungkapnya.

Tanpa pikir panjang menanggapi permintaan itu, Tio sapaan akrab Nidya Listiyono, dengan tegas mengatakan bahwa dalam minggu ini dirinya akan mengirimkan mesin rumput untuk masyarakat Wijaya Kusuma dengan uang pribadinya.

“Mesin rumput dalam minggu ini akan saya antar. Kalau untuk alat fogging akan saya pesankan, karena pengalaman saya kemarin itu butuh waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan,” jelasnya.

Sedangkan untuk papan nama, Tio mengaku sudah membentuk tim untuk membuat akses jalan di wilayah Wijaya Kusuma tertata rapi, sehingga masyarakat luar mudah mencari alamat.

“Saya sudah menginformasikan dan mengirim tim untuk memantau akses Jalan Wijaya Kusuma lewat kamera drone. Nah, yang belum ada nama jalannya nanti kita buatkan biar tertib. Kalau bisa dibuatkan majalah dinding (mading) khusus peta, pokoknya kita buatkan yang bagus supaya masyarakat enak cari alamatnya,” ujarnya. (editor: irfan)

Related posts

Ada Polder, Pembangunan RSUD Korpri di Sempaja Aman

Lydia Apriliani

Komisi III Tandai RSUD Korpri, Pesimis Bisa Finish 100 Persen Akhir Tahun

Lydia Apriliani

Data Serapan Anggaran Rendah, Kepala BPKAD Harus Diganti

Lydia Apriliani