Infosatu.co
        263 Kali dibaca

Wali Kota Samarinda Keluarkan SE Penutupan THM dan Jam Operasional THU 

Andi Harun, Wali Kota Samarinda dalam keterangan persnya kepada awak media. (Foto: Lydia)
Bagikan Ke Sosmed :

Samarinda, infosatu.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 300/504/100.26 terkait penutupan Tempat Hiburan Malam (THM) dan sejenisnya serta rumah billiar.

Dalam SE ini juga memuat pengaturan jam operasional Tempat Hiburan Umum (THU) pada Bulan Suci Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha 2021.

Penutupan ini berdasarkan peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 32 Tahun 2006 tentang ketentuan jam operasional kegiatan usaha objek hiburan malam, THM dan THU di wilayah Kota Samarinda yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Kemudian, berdasarkan keputusan Wali Kota Samarinda No.400/119/HK KS/2021, tanggal 7 April 2021. Terakhir, berdasarkan hasil notulen rapat pada tanggal 6 April 2021.

Maka, berdasarkan tiga hal tersebut, Wali Kota Samarinda menutup THM dan sejenisnya pada Bulan Suci Ramadan yang jatuh pada Selasa (13/4/2021).

“Terhitung mulai tanggal 10 April – 17 Mei 2021 dan dapat beroperasional kembali pada 18 Mei 2021. Sedangkan, untuk Idul Adha terhitung sejak tanggal 17 – 23 Juli 2021. Dapat beroperasional kembali pada tanggal 24 Juli 2021,” imbuh Andi Harun.

Selanjutnya untuk jam operasional THU dan sejenisnya seperti bioskop diperbolehkan buka mulai pukul 10.00 – 17.00 Wita, dilanjutkan pukul 22.00 – 24.00 Wita. Jadi, diharuskan tutup pukul 17.00 – 22.00 Wita.

Arena bermain ketangkasan mesin untuk anak-anak dan dewasa, termasuk game online serta warnet diperbolehkan buka pukul 10.00 – 17.00 Wita dan diharuskan tutup pada pukul 17.00 Wita.

Sementara untuk cafe tenda diperbolehkan buka pada pukul 17.00 Wita, tutup pukul 22.00 Wita. Tidak diperkenankan menggunakan musik ataupun bentuk lain yang dapat mengganggu ibadah di Bulan Ramadan.

Apabila para pihak terkait tidak melaksanakan SE ini maka akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Bahkan bisa dikenakan sanksi administrasi berupa penutupan sementara sampai penutupan permanen (pencabutan izin).

Saat nantinya tempat usaha pariwisata dibuka kembali, Andi Harun mengingatkan agar memperketat protokol dan standar kesehatan Covid-19. Apabila tidak melaksanakannya, maka akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. (editor: irfan)

Related posts

Operasi Ketupat, Pengamanan Penyebaran Covid-19 Diperketat

Lydia Apriliani

Jelang Idulfitri, Polres Samarinda Bangun Pos Pengamanan dan Penyekatan

Lydia Apriliani

Di IKN Baru, Samarinda Harus Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Bagian Tengah

Lydia Apriliani